Memahami KPR Syariah Sebagai Alternatif Pembelian Rumah

Posted on

KPR, singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah merupakan sebuah program pembiayaan atau bisa juga disebut pinjaman yang diberikan kepada calon pemilik rumah dengan skema peminjaman sampai batas presentase tertentu dari harga sebuah rumah ataupun properti. Saat ini, KPR masih merupakan salah satu program yang disediakan oleh perbankan. Meskipun sudah ada juga beberapa perusahaan leasing yang juga menyalurkan pembiayaan atau pinjaman dari lembaga sekunder untuk pembiayaan perumahan.

Saat ini KPR yang telah disediakan oleh bank konvensional tidak bisa memberikan angsuran yang tetap bagi nasabahnya. Hal inilah yang seringkali memberatkan bagi nasabah, karena nasabah dibayangi dengan ketidak pastian jumlah angsuran yang akan dibayar untuk tahun-tahun berikutnya.

Karena hal tersebut, KPR Syariah bisa menjadi pilihan untuk calon-calon pembeli rumah atau properti. KPR Syariah memungkinkan nasabah untuk membayar angsuran dengan nominal tetap sampai akhir periode pinjaman. Hal ini dikarenakan KPR Syariah yang menggunakan sistem jual beli.

Misalnya, harga rumah atau properti yang ingin anda beli sebesar Rp 400 juta. Bank Syariah, akan menjual rumah tersebut dengan keuntungan sebesar Rp 100 juta, sehingga rumah yang akan anda beli menjadi Rp 500 juta. Jika anda mengambil masa tenor selama 10 tahun, maka jumlah angsuran yang harus anda bayar perbulan adalah Rp 500 juta dibagi 120 bulan, dan hasilnya adalah Rp 4,2 juta perbulannya hingga 10 tahun ke depan.

Sistem lain yang ada pada bank syariah adalah sistem sewa beli, di mana bank yang akan menentukan harga sewa rumah kepada nasabahnya. Misalnya, sewa yang ditentukan adalah Rp 3 juta untuk setiap bulannya selama 1 tahun. Tetapi, harga sewanya bisa saja berubah pada tahun-tahun berikutnya, dilihat dari hasil review bank ketika kamu menempati rumah tersebut. Misalnya menjadi Rp 3,5 juta sebulan. Jika sudah sampai waktu yang telah disepakati (anggap saja setelah 10 tahun), kamu bisa membeli rumah tersebut dengan harga yang lebih murah. Mungkin hanya dengan membayar Rp 30-50 juta saja pada akhir tahun kesepuluh.

Jadi, bagaimana? Tertarik memilih KPR Syariah untuk memiliki rumah idamanmu?